Langsung ke konten utama

JURUSAN PARIWISATA SMK KENCANA SAKTI HAUMENI MELAKUKAN PRAKTEK PEMANDUAN KE KAWASAN CAGAR ALAM MUTIS

JURNALKENSA-SOE Sebanyak 34 orang peserta didik SMK Kencana Sakti Haumeni melakukan kunjungan Praktek Pemanduan ke kawasan Cagar Alam Gunung Mutis, Jumat, (08/04/22).

Kegiatan Praktek Pemanduan ini di lakukan,untuk mengenalkan objek wisata kepada peserta didik dengan berkunjung ke kawasan Cagar Alam Gunung Mutis.

Selain itu  juga dalam kegiatan ini juga, dilakukan pemasangan papan larangan membuang sampah di sejumlah titik yang ada di kawasan Cagar Alam Gunung Mutis

Dengan di dampingi oleh 3 orang guru pendamping dari sekolah, bersama petugas Resort Fatumnasi Cagar Alam Gunung Mutis melakukan aksi nyata dengan memungut sampah yang berserakan di 2 titik area dalam area Cagar Alam Gunung Mutis.

Salah satu petugas Resort Fatumnasi  Cagar Alam Gunung Mutis, Max Nenobahan, S.Hut, menjelaskan bahwa" terkait dengan adanya kegiatan yang di lakukan hari ini, kami sangat mendukung, dengan adanya kegiatan seperti ini  membantu kami juga dalam perlindungan kawasan, serta sampah-sampah bisa di ambil dan tidak berserakan dalam kawasan", tandas Max.

Di jelaskan juga bahwa kita tahu sendiri, bahwa Cagar Alam, sudah menjadi idola untuk orang berwisata, kebanyakan dari orang lokal, kami sangat mendukung  dengan kegiatan seperti ini, kalau ada jadwal  untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sampah konservasi.

Sementara itu di temui di tempat terpisah, Ketua Program Keahlian Usaha Perjalanan Wisata SMK Kencana Sakti Haumeni, Erni Manggi, S.Tr.Par menjelaskan bahwa" tujuan dari kegiatan ini ada 2 yaitu, yang pertama praktek pemanduan,membawa anak-anak ke objek wisata, dan selama melakukan perjalanan itu, melakukan guide atau pemanduan, sementara yang kedua kegiatan sosialisasi Sapta Pesona dan PPDB, karena kami melihat bahwa, Fatumnasi sebagai salah satu potensi yang harus di kembangkan", Jelas Erni.

Di jelaskan juga bahwa Kensa action kami punya tujuan supaya memang ada aksi nyata, ketika kita melihat, suatu masalah dalam dunia pariwisata, masalah paling utama dari semua hal itu  adalah sampah.

Pantauan media ini, selain berkunjung ke Cagar Alam Gunung Mutis, juga di lakukan kunjungan ke Objek Wisata Tomenas, disana juga di lakukan pemasangan, papan larangan membuang sampah pada beberapa titik, untuk di ketahui oleh para pengunjung yang berkunjung ke objek wisata tersebut.Kegiatan ini pun dapat terlaksana dan berjalan sesuai dengan apa yang di rencanakan. (RUDI).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ujian kensa 2026

Web Ulangan Harian Online Sisa Waktu: 60:00 Ulangan Harian Online *PENTING: Membuka aplikasi lain atau pindah tab saat ujian berlangsung akan membuat soal tertutup otomatis! Pilih Kelas Kelas X-A Kelas X-B Kelas XI-A MULAI UJIAN Memuat…

CERITA RAKYAT "FATU ATONIS" OLEH : THOMAS E.KABU

Pada zaman dahulu di kerajaan Amanatun tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berkuasalah seorang raja yang bernama Usif Banmeni. Usif Banmeni mempunyai banyak sapi, kuda dan kambing. Diantara sekian banyak ternak, terdapat dua orang gembala yang bernama Neno dan Fai. Tugas khusus Neno dan Fai adalah menggembalakan kambing-kambing milik Usif Banmeni tersebut. Pada suatu hari, beberapa ekor kambing yang digembalakan oleh Neno dan Fai hilang. Neno dan Fai masuk hutan keluar hutan mencari kambing-kambing itu. Lalu mereka tiba pada sebuah sungai yang bernama sungai Tumut (Noe Tumut). Sungai (Noe) tersebut merupakan batas alam antara Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara dengan Desa Oeleu, Kecamatan Toianas. Setelah menyeberangi sungai itu, turunlah hujan yang amat deras. Kilat dan halilintar sambung-menyambung seakan-akan membelah bumi. Mereka mulai merasa dingin, lapar dan ketakutan. Didalam kegelapan senja itu nampaklah sebuah rumah bulat (Ume Kbubu). Rumah bulat (Um...

"SMK Kencana Sakti Haumeni Melaksanakan Seminar Kasus".

Jurnalkensa- Kapan Sebagai salah satu bentuk penerapan antara program pendidikan di sekolah dengan penguasaan program keahlian yang di peroleh maka di lakukan Praktek Sistem Ganda bagi siswa SMK. Sebagaimana pada saat melaksanakan  Praktek Sistem Ganda ini, setiap peserta didik, di harapkan mampu melaksanakan setiap kompetensi keahlian yang menjadi dasar bagi peserta didik tersebut. Pengalaman-pengalaman yang di dapat oleh peserta didik pada saat melaksanakan Praktek Sistem Ganda bisa menjadi sebuah informasi yang baik untuk bisa di terapkan Bertempat di Puskesmas Kapan, sebanyak 14 orang dari gelombang pertama, yang melaksanakan Praktek Sistem Ganda selama 2 Minggu, membuat seminar kasus yang di presentasikan di depan Kepala Puskesmas, Pembimbing dari sekolah serta peserta Praktik Sistem Ganda yang hadir untuk mengikuti seminar kasus tersebut, Jumat, (23/07/21), bertempat di Ruang Aula Puskesmas tersebut. Presentasi yang di laksanakan ini dengan tetap menerapkan Protok...