Langsung ke konten utama

Penutupan Kegiatan MPLS SMP dan SMK Kencana Sakti Haumeni SoE tahun ajaran 2020/2021



  
Jurnalkensah- SoE   Masa pengenalan lingkungan sekolah SMP dan SMK Kencana Sakti Haumeni SoE hari kedua yang di lakukan, Rabu, (15 /07/20)  di pusatkan di gedung sekolah tersebut.

Pada Hari kedua pelaksanaan MPLS di bagi menjadi 3 kelas untuk SMK dan 1 Kelas untuk SMP

Dalam pelaksanaannya setiap peserta didik baru yang mengikuti kegiatan MPLS wajib mengikuti Protokol Kesehatan untuk mencegah terjadinya penyebaran  Covid 19 di lingkungan sekolah serta melakukan penyemprotan desinfektan pada gedung  sebelum dan sesudah kegiatan tersebut di laksanakan.

Pada hari kedua pelaksanaan MPLS materi yang di bawakan untuk peserta didik adalah Pendidikan Karakter, Literasi dan Numerasi serta  Pembelajaran Daring atau Online.

Dengan pembagian waktu untuk materi literasi Numerasi dimulai dari jam 08.30-09.00, Pendidikan Karakter dimulai pad jam 09.00-09.30, serta pembelajaran daring dimulai pada jam 09.30-10.00.

Yati Nenomnanu, S.Tr.Par  salah satu guru pendamping menekankan untuk menjaga sikap dan karakter.Menurutnya setiap kita mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Yati menjelaskan lebih lanjut setiap kepribadian bisa berubah sesuai dengan kondisi.

"Pendidikan Karakter ada di dalam kepribadian setiap orang, yang tentu saja berbeda antara satu dengan yang lainnya, ada karakter sanguinis, pragmatis, melankolis, serta korelis dengan  kondisi kepribadian tersebut, bisa berubah sesuai dengan kondisi, ungkapnya"

Setelah penyampaian materi tersebut di berikan tes tertulis, yang langsung di kerjakan oleh peserta didik yang hadir dalam ruangan tersebut, selanjutnya setelah selesai dikerjakan langsung tugas tersebut di kumpulkan untuk di lakukan penilaian oleh guru pendamping.

Selanjutnya dalam acara penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) tahun ajaran 2020/2021, oleh Kepala Sekolah SMK Kencana Sakti, Dra.Hubertha Haning, MM, mengungkapkan bahwa" dalam MPLS di harapkan untuk anak-anak, dapat mengerti, memahami serta dapat melakukan, apa yang telah di ajarkan di dalam ruangan hari ini dan kemarin", jelasnya.

Lebih lanjut juga di sampaikan bahwa, dalam melaksanakan MPLS selama 2 hari, terdapat banyak kekurangan, dalam memberikan materi, belum banyak anak-anak pahami, tentang sekolah, bagaimana memilih jurusan, serta belum banyak yang tahu tentang aturan sekolah.

Untuk di ketahui bahwa dalam acara penutupan MPLS di hadiri oleh Waka Sarpras, Amin Benu, S.Pd, Waka Kesiswaaan, Elsa Boimau, S.Si, Waka Kurikulum, Regolinda Tusi, S.Pd, sejumlah pegawai dan guru SMK Kencana Sakti Haumeni SoE, serta peserta MPLS keseluruhan sebanyak 204 siswa dan 15 orang peserta tidak hadir dalam pelaksanaan MPLS ( RUDI SABUNA).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ujian kensa 2026

Web Ulangan Harian Online Sisa Waktu: 60:00 Ulangan Harian Online *PENTING: Membuka aplikasi lain atau pindah tab saat ujian berlangsung akan membuat soal tertutup otomatis! Pilih Kelas Kelas X-A Kelas X-B Kelas XI-A MULAI UJIAN Memuat…

CERITA RAKYAT "FATU ATONIS" OLEH : THOMAS E.KABU

Pada zaman dahulu di kerajaan Amanatun tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berkuasalah seorang raja yang bernama Usif Banmeni. Usif Banmeni mempunyai banyak sapi, kuda dan kambing. Diantara sekian banyak ternak, terdapat dua orang gembala yang bernama Neno dan Fai. Tugas khusus Neno dan Fai adalah menggembalakan kambing-kambing milik Usif Banmeni tersebut. Pada suatu hari, beberapa ekor kambing yang digembalakan oleh Neno dan Fai hilang. Neno dan Fai masuk hutan keluar hutan mencari kambing-kambing itu. Lalu mereka tiba pada sebuah sungai yang bernama sungai Tumut (Noe Tumut). Sungai (Noe) tersebut merupakan batas alam antara Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara dengan Desa Oeleu, Kecamatan Toianas. Setelah menyeberangi sungai itu, turunlah hujan yang amat deras. Kilat dan halilintar sambung-menyambung seakan-akan membelah bumi. Mereka mulai merasa dingin, lapar dan ketakutan. Didalam kegelapan senja itu nampaklah sebuah rumah bulat (Ume Kbubu). Rumah bulat (Um...

"SMK Kencana Sakti Haumeni Melaksanakan Seminar Kasus".

Jurnalkensa- Kapan Sebagai salah satu bentuk penerapan antara program pendidikan di sekolah dengan penguasaan program keahlian yang di peroleh maka di lakukan Praktek Sistem Ganda bagi siswa SMK. Sebagaimana pada saat melaksanakan  Praktek Sistem Ganda ini, setiap peserta didik, di harapkan mampu melaksanakan setiap kompetensi keahlian yang menjadi dasar bagi peserta didik tersebut. Pengalaman-pengalaman yang di dapat oleh peserta didik pada saat melaksanakan Praktek Sistem Ganda bisa menjadi sebuah informasi yang baik untuk bisa di terapkan Bertempat di Puskesmas Kapan, sebanyak 14 orang dari gelombang pertama, yang melaksanakan Praktek Sistem Ganda selama 2 Minggu, membuat seminar kasus yang di presentasikan di depan Kepala Puskesmas, Pembimbing dari sekolah serta peserta Praktik Sistem Ganda yang hadir untuk mengikuti seminar kasus tersebut, Jumat, (23/07/21), bertempat di Ruang Aula Puskesmas tersebut. Presentasi yang di laksanakan ini dengan tetap menerapkan Protok...