Langsung ke konten utama

Kedai Ma'Ale Camilan SoE Enak dan Lezat rasanya"



Di tengah pandemi covid 19 yang terjadi saat ini membawa dampak tersendiri bagi sektor ekonomi, berbagai bentuk bantuan usaha di berikan oleh pemerintah kepada masyarakat ekonomi kecil yg terkena dampak secara langsung akibat pandemi tersebut.


Dalam membangun sebuah usaha kecil di perlukan, usaha serta kemauan untuk mau melakukan hal tersebut.


Berbagai bentuk strategi untuk melakukannya tersebut pun harus di lakukan dengan tepat, sehingga usaha mikro yang di lakukan pun bisa memberikan dampak ekonomi yang signifikan  bagi sebuah usaha serta keluarga itu sendiri.



Salah satu bentuk usaha mikro yg di lakukan menjual produk camilan yang di lakukan oleh salah satu warga kota SoE, dengan membuka kedai  di rumahnya, untuk menjual berbagai aneka camilan yang di buat sendiri, dengan beraneka macam rasa dan jenis serta harganya cukup terjangkau oleh warga sekitar.


Kedai  itu pun di beri nama " Kedai Ma'ale Camilan SoE".Sesuai dengan namanya Ma'ale berarti mengunyah.


Ketika di konfirmasi di kediamannya,

Rabu, (28/10/20),  pemilik Kedai Ma'ale , Erni Mangi mengungkapkan bahwa" usaha ini sudah berjalan sejak bulan Agustus, tetapi karena kesibukan, kedai ini baru di buka sejak kemarin, dengan strategi pemasaran yang di lakukan melalui media sosial seperti, WA, Facebook, serta bantuan beberapa teman untuk bantu mempromosikan, jelasnya.


Produk usaha yang di hasilkan lebih ke Home Industri, atau lebihnya ke Camilan, seperti Makaroni, Stik Pisang, Kerupuk, dan yang baru adalah Mi Dower ha.

Dengan harga yang di tawarkan untuk masing-masing produk berkisar 5 ribu sampai 10 ribuan saja.



Lebih lanjut di katakan juga bahwa, usaha yang di lakukan ini, untuk mencari uang, mengubah pemikiran bahwa perempuan juga bisa mencari uang, serta bisa menggunakan beberapa waktu lebih untuk jangan satu hal saja.


Sementara itu salah satu pelanggan camilan yang di konfirmasi lewat pesan singkat Watsapp Elga Biliu mengungkapkan bahwa" camilannnya enak, harganya terjangkau serta membuat ketagihan, ungkapnya.


Di akhir dari wawancara juga di sampaikan, harapannya adalah usaha ini bisa lebih di kenal, serta bisa juga mendapatkan perhatian dari pemerintah, walau pun sudah ada beberapa usaha yang di lakukannya sendiri.(RUDI SABUNA)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ujian kensa 2026

Web Ulangan Harian Online Sisa Waktu: 60:00 Ulangan Harian Online *PENTING: Membuka aplikasi lain atau pindah tab saat ujian berlangsung akan membuat soal tertutup otomatis! Pilih Kelas Kelas X-A Kelas X-B Kelas XI-A MULAI UJIAN Memuat…

CERITA RAKYAT "FATU ATONIS" OLEH : THOMAS E.KABU

Pada zaman dahulu di kerajaan Amanatun tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berkuasalah seorang raja yang bernama Usif Banmeni. Usif Banmeni mempunyai banyak sapi, kuda dan kambing. Diantara sekian banyak ternak, terdapat dua orang gembala yang bernama Neno dan Fai. Tugas khusus Neno dan Fai adalah menggembalakan kambing-kambing milik Usif Banmeni tersebut. Pada suatu hari, beberapa ekor kambing yang digembalakan oleh Neno dan Fai hilang. Neno dan Fai masuk hutan keluar hutan mencari kambing-kambing itu. Lalu mereka tiba pada sebuah sungai yang bernama sungai Tumut (Noe Tumut). Sungai (Noe) tersebut merupakan batas alam antara Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara dengan Desa Oeleu, Kecamatan Toianas. Setelah menyeberangi sungai itu, turunlah hujan yang amat deras. Kilat dan halilintar sambung-menyambung seakan-akan membelah bumi. Mereka mulai merasa dingin, lapar dan ketakutan. Didalam kegelapan senja itu nampaklah sebuah rumah bulat (Ume Kbubu). Rumah bulat (Um...

"SMK Kencana Sakti Haumeni Melaksanakan Seminar Kasus".

Jurnalkensa- Kapan Sebagai salah satu bentuk penerapan antara program pendidikan di sekolah dengan penguasaan program keahlian yang di peroleh maka di lakukan Praktek Sistem Ganda bagi siswa SMK. Sebagaimana pada saat melaksanakan  Praktek Sistem Ganda ini, setiap peserta didik, di harapkan mampu melaksanakan setiap kompetensi keahlian yang menjadi dasar bagi peserta didik tersebut. Pengalaman-pengalaman yang di dapat oleh peserta didik pada saat melaksanakan Praktek Sistem Ganda bisa menjadi sebuah informasi yang baik untuk bisa di terapkan Bertempat di Puskesmas Kapan, sebanyak 14 orang dari gelombang pertama, yang melaksanakan Praktek Sistem Ganda selama 2 Minggu, membuat seminar kasus yang di presentasikan di depan Kepala Puskesmas, Pembimbing dari sekolah serta peserta Praktik Sistem Ganda yang hadir untuk mengikuti seminar kasus tersebut, Jumat, (23/07/21), bertempat di Ruang Aula Puskesmas tersebut. Presentasi yang di laksanakan ini dengan tetap menerapkan Protok...