Langsung ke konten utama

SMK Kencana Sakti Haumeni mendapat Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja

Jurnalkensah-SoE Meningkatnya kasus kehamilan di kalangan remaja dari waktu ke waktu, membawa dampak tersendiri bagi remaja tersebut, bagaimana dia harus mempersiapkan sesuatu yang berkaitan dengan proses kehamilan itu sendiri, termasuk di dalamnya mendapatkan informasi tentang  menjaga Kesehatan Reproduksi.

Berbagai upaya terus di lakukan oleh berbagai pihak untuk menekan kasus kehamilan yang terjadi di tingkat remaja, salah satunya yang di lalukan oleh perwakilan dari Puskesmas Nulle adalah dengan mengadakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi di kalangan pelajar, disini para pelajar diajak untuk bagaimana menjaga kesehatan reproduksi, menjaga  diri serta menyelesaikan masa depan dengan baik.

Bertempat di SMK Kencana Sakti Haumeni, Selasa, (10/11/20),  dilakukan penyuluhan kesehatan oleh Perwakilan dari Puskesmas Nulle, tentang
Kesehatan Reproduksi Remaja NAPZA, Germas dan Kesehatan Jiwa.Dengan  sasaran siswa kelas 1-3 SMP, SMA/SMK.

Sasaran yang di lakukan kepada remaja dimana pada masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, disini dia akan belajar untuk mencoba sesuatu hal yang baru.

Dalam penyampaian materi pertama tentang Kesehatan Reproduksi, yang di bawakan oleh dr Yustri Selan, mengungkapkan bahwa " mengapa sasarannya pada remaja, karena remaja merupakan masa peralihan dari anak yang belum tahu apa-apa ke masa dewasa yang suka tahu, masa remaja itu masa ingin mencoba kepo segala hal, orang buka hape di sebelah, dia juga ingin melihat kira-kira apa yang di buat disana.Jadi kita punya rasa ingin tahu itu tinggi, hanya terkadang rasa  tahu  yang tinggi itu, bukan membawa dampak yang positif tetapi ke hal-hal yang negatif", jelasnya.

Lebih lanjut di katakan juga bahwa jadi kesehatan reproduksi remaja berarti secara fisik dia sehat, dan kalau berhubungan dengan sistem reproduksi berarti sistem reproduksinya itu bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Dalam penyampaian materi kedua tentang NAPZA,yang dibawakan oleh Deki Meko, S.KM, mengungkapkan bahwa "NAPZA sering di kenal dengan Narkoba, kita bisa lihat di TV atau pun di kota-kota besar, narkoba ini sudah bukan merupakan barang yang baru lagi, ada zat-zat tertentu, yang membuat kita candu, mau terus menerus kita pakai obat-obatan, atau yang kita sebut narkoba", jelasnya.


Sementara itu salah satu peserta yang hadir dalam penyuluhan kesehatan itu Skolastika Foni yang di temui sesuai penyuluhan mengungkapkan bahwa" di harapkan agar setiap remaja, harus mementingkan pembelajaran, dari pada melakukan hal-hal negatif, yang merusak masa depan di kemudian hari", ungkapnya.


Di akhir dari penyampaian materi penyuluhan para peserta yang hadir diajak untuk bisa menjaga masa depannya masing-masing, serta menjauhi Narkoba.

Untuk di ketahui bahwa peserta yang hadir dalam penyuluhan kesehatan reproduksi ini sebanyak 27 orangv peserta, serta tetap menjaga protokol kesehatan. (Rudi Sabuna).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ujian kensa 2026

Web Ulangan Harian Online Sisa Waktu: 60:00 Ulangan Harian Online *PENTING: Membuka aplikasi lain atau pindah tab saat ujian berlangsung akan membuat soal tertutup otomatis! Pilih Kelas Kelas X-A Kelas X-B Kelas XI-A MULAI UJIAN Memuat…

CERITA RAKYAT "FATU ATONIS" OLEH : THOMAS E.KABU

Pada zaman dahulu di kerajaan Amanatun tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berkuasalah seorang raja yang bernama Usif Banmeni. Usif Banmeni mempunyai banyak sapi, kuda dan kambing. Diantara sekian banyak ternak, terdapat dua orang gembala yang bernama Neno dan Fai. Tugas khusus Neno dan Fai adalah menggembalakan kambing-kambing milik Usif Banmeni tersebut. Pada suatu hari, beberapa ekor kambing yang digembalakan oleh Neno dan Fai hilang. Neno dan Fai masuk hutan keluar hutan mencari kambing-kambing itu. Lalu mereka tiba pada sebuah sungai yang bernama sungai Tumut (Noe Tumut). Sungai (Noe) tersebut merupakan batas alam antara Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara dengan Desa Oeleu, Kecamatan Toianas. Setelah menyeberangi sungai itu, turunlah hujan yang amat deras. Kilat dan halilintar sambung-menyambung seakan-akan membelah bumi. Mereka mulai merasa dingin, lapar dan ketakutan. Didalam kegelapan senja itu nampaklah sebuah rumah bulat (Ume Kbubu). Rumah bulat (Um...

"SMK Kencana Sakti Haumeni Melaksanakan Seminar Kasus".

Jurnalkensa- Kapan Sebagai salah satu bentuk penerapan antara program pendidikan di sekolah dengan penguasaan program keahlian yang di peroleh maka di lakukan Praktek Sistem Ganda bagi siswa SMK. Sebagaimana pada saat melaksanakan  Praktek Sistem Ganda ini, setiap peserta didik, di harapkan mampu melaksanakan setiap kompetensi keahlian yang menjadi dasar bagi peserta didik tersebut. Pengalaman-pengalaman yang di dapat oleh peserta didik pada saat melaksanakan Praktek Sistem Ganda bisa menjadi sebuah informasi yang baik untuk bisa di terapkan Bertempat di Puskesmas Kapan, sebanyak 14 orang dari gelombang pertama, yang melaksanakan Praktek Sistem Ganda selama 2 Minggu, membuat seminar kasus yang di presentasikan di depan Kepala Puskesmas, Pembimbing dari sekolah serta peserta Praktik Sistem Ganda yang hadir untuk mengikuti seminar kasus tersebut, Jumat, (23/07/21), bertempat di Ruang Aula Puskesmas tersebut. Presentasi yang di laksanakan ini dengan tetap menerapkan Protok...