Langsung ke konten utama

GMIT Syalom Aen'ut Mengadakan Perpisahan Dengan Vikaris.

Jurnalkensa_____SoE Tiada kata yang bisa terucap, selain Terima Kasih atas kebersamaan dalam berproses pelayanan di tengah-tengah jemaat Syalom Aen'ut.Dimana selepas ini, vikaris harus berproses untuk menjadi seorang pendeta di tempat yang baru.Adalah rangkaian kata yang dapat menggambarkan suasana perpisahan yang telah dilaksanakan tersebut.


Acara perpisahan bersama seluruh jemaat Syalom Aen'ut, klasis Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, bersama vikaris Delila Manu-Saekoko, S.Th, berlangsung di gedung kebaktian, Minggu, (15/08/21).

Dalam acara perpisahan ini di hadiri oleh Pdt.Olifianus Kause, S.Th.,M.Si, para jemaat dan majelis Syalom Aen'ut, tamu-undangan, serta keluarga dari vikaris.

Kegiatan perpisahan ini dilaksanakan seusai kebaktian utama, yang di pimpin oleh Vikaris Delila Manu-Saekoko, S.Th.

Pantauan dalam acara perpisahan ini ada ungkapan hati yang secara simbolis di berikan berupa pengalungan selendang kepada Vikaris Delila Manu-Saekoko, S.Th, bersama suami serta anak yang di berikan oleh para majelis setempat.

Saat dalam acara perpisahan ini, Pdt.Olifianus Kause, S.Th., M.Si mengungkapkan bahwa" setelah 1 tahun 6 bulan, bersama-sama dengan kita, dan bahkan tinggal disini, dan tugas vikariatnya akan berakhir, untuk selanjutnya dalam proses pentabisan sebagai seorang pendeta", jelasnya.

Kesempatan selanjutnya, Vikaris Delila Manu-Saekoko, S.Th, dalam ungkapan hati menjelaskan bahwa" ini menjadi pelajaran berharga, karena dalam setiap proses hidup, Tuhan kasih kekuatan yang luar biasa, kalau kita ingin mendapatkan sesuatu yang luar biasa, tentu ada hambatan, disini saya mau bilang terima kasih untuk bapak-mama jemaat, penatua, diaken, pengajar, para MJH yang sudah mau menerima saya dengan keterbatasan", tutupnya.

Sementara itu mewakili jemaat Syalom Aen'ut, Piter Lolomsait dalam ungakpan hati yang di sampaikan mengungkapkan bahwa" hari ini ibu vikaris sudah melangkah dari jemaat ini, tapi kami minta terima kasih, sudah melayani, kami jemaat disini", jelasnya.

Diakhir dari acara perpisahan ini, di tutup dengan pengambilan foto bersama, oleh para majelis Syalom Aen'ut  bersama ibu Vikaris.( Rudi Sabuna)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ujian kensa 2026

Web Ulangan Harian Online Sisa Waktu: 60:00 Ulangan Harian Online *PENTING: Membuka aplikasi lain atau pindah tab saat ujian berlangsung akan membuat soal tertutup otomatis! Pilih Kelas Kelas X-A Kelas X-B Kelas XI-A MULAI UJIAN Memuat…

CERITA RAKYAT "FATU ATONIS" OLEH : THOMAS E.KABU

Pada zaman dahulu di kerajaan Amanatun tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berkuasalah seorang raja yang bernama Usif Banmeni. Usif Banmeni mempunyai banyak sapi, kuda dan kambing. Diantara sekian banyak ternak, terdapat dua orang gembala yang bernama Neno dan Fai. Tugas khusus Neno dan Fai adalah menggembalakan kambing-kambing milik Usif Banmeni tersebut. Pada suatu hari, beberapa ekor kambing yang digembalakan oleh Neno dan Fai hilang. Neno dan Fai masuk hutan keluar hutan mencari kambing-kambing itu. Lalu mereka tiba pada sebuah sungai yang bernama sungai Tumut (Noe Tumut). Sungai (Noe) tersebut merupakan batas alam antara Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara dengan Desa Oeleu, Kecamatan Toianas. Setelah menyeberangi sungai itu, turunlah hujan yang amat deras. Kilat dan halilintar sambung-menyambung seakan-akan membelah bumi. Mereka mulai merasa dingin, lapar dan ketakutan. Didalam kegelapan senja itu nampaklah sebuah rumah bulat (Ume Kbubu). Rumah bulat (Um...

"SMK Kencana Sakti Haumeni Melaksanakan Seminar Kasus".

Jurnalkensa- Kapan Sebagai salah satu bentuk penerapan antara program pendidikan di sekolah dengan penguasaan program keahlian yang di peroleh maka di lakukan Praktek Sistem Ganda bagi siswa SMK. Sebagaimana pada saat melaksanakan  Praktek Sistem Ganda ini, setiap peserta didik, di harapkan mampu melaksanakan setiap kompetensi keahlian yang menjadi dasar bagi peserta didik tersebut. Pengalaman-pengalaman yang di dapat oleh peserta didik pada saat melaksanakan Praktek Sistem Ganda bisa menjadi sebuah informasi yang baik untuk bisa di terapkan Bertempat di Puskesmas Kapan, sebanyak 14 orang dari gelombang pertama, yang melaksanakan Praktek Sistem Ganda selama 2 Minggu, membuat seminar kasus yang di presentasikan di depan Kepala Puskesmas, Pembimbing dari sekolah serta peserta Praktik Sistem Ganda yang hadir untuk mengikuti seminar kasus tersebut, Jumat, (23/07/21), bertempat di Ruang Aula Puskesmas tersebut. Presentasi yang di laksanakan ini dengan tetap menerapkan Protok...